WakeUP project

10/16/2013

CERITA 5 SAHABAT

Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak: ada 
CINTA, KEKAYAAN, KECANTIKAN, KESEDIHAN, KEGEMBIRAAN dan sebagainya.

Awalnya mereka hidup berdampingan dengan baik dan saling melengkapi.Namun suatu 
ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik 
semakin tinggi dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau 
cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri.

CINTA sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tak mempunyai perahu. 
Ia berdiri di tepi pantai mencuba mencari pertolongan. Sementara itu air makin 
naik membasahi kaki CINTA. Tak lama CINTA melihat KEKAYAAN sedang mengayuh 
perahu.

"KEKAYAAN! KEKAYAAN! Tolong saya!" teriak CINTA.

Lalu apa jawab KEKAYAAN, "Aduh! Maaf, CINTA!" Perkataan KEKAYAAN.

"Perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Saya tak dapat membawamu serta, 
nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku 
ini. "Lalu KEKAYAAN cepat-cepat mengayuh perahunya pergi meninggalkan CINTA 
tenggelam.

CINTA sedih sekali, namun kemudian dilihatnya KEGEMBIRAAN lewat dengan 
perahunya.

"KEGEMBIRAAN! Tolong saya!", Teriak CINTA.

Namun apa yang terjadi, KEGEMBIRAAN terlalu gembira kerana ia menemukan perahu 
sehingga ia tuli tak mendengar teriakan CINTA. Air makin tinggi membasahi CINTA 
sampai ke pinggang dan CINTA semakin panik. Tak lama lewatlah KECANTIKAN.

"KECANTIKAN! Bawalah saya bersamamu!", Teriak CINTA.

Lalu apa jawab KECANTIKAN, "Wah, CINTA, kamu basah dan kotor. Saya tak boleh 
membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini. "Sahut KECANTIKAN.

CINTA sedih sekali mendengarnya. CINTA mulai menangis terisak-isak. Apa
kesalahanku, mengapa semua orang melupakan saya. Saat itu lewatlah KESEDIHAN. 
Lalu CINTA memelas, "Oh, KESEDIHAN, bawalah saya bersamamu", kata CINTA.

Lalu apa kata KESEDIHAN, "Maaf, CINTA. Saya sedang sedih dan saya ingin 
sendirian saja ...", kata KESEDIHAN sambil terus mengayuh perahunya.

CINTA putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya. CINTA 
terus berharap kalau dirinya dapat diselamatlkan. Lalu ia berdoa kepada 
Tuhannya, oh tuhan tolonglah saya, apa jadinya dunia tanpa saya, tanpa CINTA? 
Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara, "CINTA! Mari cepat naik ke 
perahuku! "

CINTA menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua reyot berjanggut putih 
panjang sedang mengayuh perahunya. Lalu Cepat-cepat CINTA naik ke perahu itu, 
tepat sebelum air menenggelamkannya.

No comments:

ALL POST